Masih Banyak PR di Bulutangkis Indonesia

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan Juara
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy
VIVAnews
Jangan Hanya All England, Praveen/Debby Bisa Juara Olimpiade
- Meski sudah menggondol dua medali emas lewat nomor ganda putra dan ganda campuran pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 di Guangzhou, Cina, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), mengaku masih banyak pekerjaan yang harus dibenahi oleh mereka.

Praveen Jordan/Debby Susanto Juara All England 2016

Evaluasi akan segera dilakukan oleh PBSI terkait hasil yang mereka raih di kejuaraan ini. Prestasi tim bulutangkis Indonesia kali ini diharapkan dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan prestasi Indonesia di kancah internasional.
Alasan Ahsan/Hendra Usai Tersingkir Cepat dari All England


"Ke depannya masih banyak PR yang harus diselesaikan. Evaluasi akan segera digelar setelah kepulangan tim. Kami berharap, dua gelar yang diraih bisa menjadi pemicu untuk meningkatkan prestasi bulutangkis Indonesia," kata Manajer Tim, Rexy Mainaky di situs resmi PBSI.


Torehan dua emas yang diraih oleh pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sebenarnya sudah melampaui target yang dipasang oleh PBSI. Tim Indonesia hanya dituntut untuk menggondol satu emas dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 ini.


"Sangat mengharukan dan membanggakan, Tears in my eyes. Ini berkat perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan pengurus. Dukungan dan doa dari seluruh fans di Indonesia dan dunia juga sangat membantu," ucap Ketua Umum PBSI, Gita Wirjawan dalam rilis yang diterima VIVAnews.


Kesuksesan tim bulutangkis Indonesia juga mendapatkan apresiasi khusus dari Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Prestasi ini menjadi kado manis bagi Indonesia yang akan merayakan hari kemerdekaan ke-68 pada 17 Agustus 2013 mendatang.


"Presiden bangga dan terharu. Apalagi saat bendera Indonesia dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Presiden mengucapkan terima kasih atas perjuangan Tontowi dan Liliyana, pak Gita dan juga tim official lainnya," tutur SBY.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya