SPORT

5 Keputusan Tinju Dunia Paling Kontroversial

Keputusan kontroversial bukan hal yang baru di dunia tinju profesional.

ddd
Selasa, 12 Juni 2012, 15:27
Manny Pacquiao saat melawan Timothy Bradley
Manny Pacquiao saat melawan Timothy Bradley (Reuters/ Steve Marcus)

VIVAnews - Pecinta tinju dunia dikejutkan dengan kekalahan Manny Pacquiao dari Timothy Bradley, Minggu, 10 Juni 2012. Dalam duel 12 ronde ini, Pacman dinyatakan kalah angka setelah dua hakim memenangkan Bradley dengan angka masing-masing 115-113. Sedangkan satu hakim memberikan angka 115-113 bagi Pacquiao.

Pacquiao tak percaya dengan hasil ini. Sebab petinju Filipina itu merasa dirinya lebih banyak melepaskan pukulan sepanjang pertandingan. Tanpa pikir panjang, Pacquiao pun langsung menantang Bradley untuk tanding ulang usai pemenang duel diumumkan.

Di dunia tinju, kemenangan angka memang tak jarang memicu kontroversi. Banyak faktor yang dianggap ikut andil bagi kemenangan-kemenangan seperti ini. Salah satunya adalah faktor bisnis bisnis karena kemenangan konstroversial seperti ini akan memberikan daya tarik dan rasa penasaran bagi para pecinta tinju.

Yahoo.com telah melansir lima keputusan paling kontroversial yang pernah terjadi di olahraga tinju dunia. Tak hanya di dunia tinju profesional, keputusa kontrovesial juga terjadi di tinju amatir.


1. Oscar De Lahoya- Felix Trinidad
Kedua petinju ini bertarung di Las Vegas, Amerika Serikat, 18 September 1999. Saat itu, Oscar yang baru saja mempertahankan gelar juara dunia kelas welter versi WBC bertemu Trinidad yang menyandang gelar juara kelas welter versi IBF. Duel ini menyedot perhatian pecinta tinju dunia dan mencatat rekor duel non kelas berat yang menyedot pemasukan terbesar dari televisi berbayar.

Oscar De La Hoya (kiri)
 
Oscar yang akrab disapa The Golden Boy mendominasi ronde-ronde awal pertarungan. Dengan pukulan kombinasinya, Oscar beberapa kali mampu memojokkan Trinidad meski tak mampu menjatuhkannya. Trinidad bangkit dan menekan Oscar di ronde-ronde terakhir.

Di ronde ke-12, Oscar lebih banyak menghindar karena sudah merasa unggul angka di 11 ronde sebelumnya. Namun petinju asal Amerika Serikat itu terkejut saat wasit ternyata memenangkan Trinidad setelah menerima keputusan hakim. Dua hakim memberi angka 115-113 dan 115-114 bagi Trinidad dan satu hakim lagi dengan 114-114.

Hasil ini dianggap kontrovesial karena statistik menunjukkan bahwa Oscar lebih banyak mendaratkan pukulan. Oscar mendaratkan 263 dari 648 pukulan, sedangkan Trinidad hanya 166 dari 462 pukulan. Fans dan pengamat tinju sangat berharap adanya rematch atas duel ini, namun tak pernah terjadi sampai saat ini.

2. Joe Louis - Jersey Joe Walcott

Jersey Joe Walcott (kanan)
Pada tahun 1947, Jersey Joe Walcott berusaha merebut gelar juara dunia yang disandang Joe Louis. Keduanya bertarung di Madison square Garden, New York, AS. Walcott sukses memukul jatuh Louis di ronde pertama dan keempat. Meski demikian, Walcott harus menerima kenyataan bahwa hakim memilih untuk memenangkan Luis dengan keputusan split decision. Kedua petinju kemudian melakukan rematch namun namun Walcott akhirnya kalah KO di ronde ke-11.

3. Pernell Whitaker-Julio Cesar Chavez
Whitaker mendapat kesempatan untuk memenangkan duel melawan Julio Cesar Chaves 10 September 1993. Saat itu, Chaves masih menjadi petinju pound to pound terbaik. Wajar bila publik lebih memilih untuk menjagokan petinju asal Meksiko tersebut.

Namun, di atas ring Whitaker justru lebih mendominasi. Dia berhasil merepotkan Chaves dan sukses mendaratkan banyak pukulan. Kesalahannya hanya satu, Whitaker tak mampu menjatuhkan Chavez!

Whitaker harus menerima kenyataan pahit bahwa hakim memutuskan laga berakhir dengan draw meski banyak pengamat menilai petinju Amerika Serikat itu memenangkan 9 dari 12 ronde yang dilalui. Salah satu media olahraga yang cukup besar di Amerika Serikat, yakni Sports Illustrated, menilai kemenangan Whitaker telah dirampok dan menuliskannya di sampul depannya.

4. Manny Pacquiao-Timothy Bradley
Pacquiao menambah panjang catatan kekalahannya di dunia tinju profesional setelah dinyatakan kalah angka atas Bradley. Dalam duel yang digelar di MGM Grand Arena, Las Vegas, Minggu, 10 Juni lalu, Pacquiao kehilangan gelar juara dunia kelas WBO miliknya.

Manny Pacquiao (kiri) dan Timothy Bradley

Dua hakim memenangkan Bradley dengan angka 115-113. Sedangkan satu hakim lainnya memenangkan Pacquiao 115-113. Namun banyak pengamat menilai Pacquiao seharusnya memenangkan laga dengan 117-111. Pacquiao pun langsung mengajukan rematch kepada Bradley.

5. Roy Jones Jr.- Park Si-Hun
Kedua petinju bertarung untuk memperebutkan medali emas pada Olimpiade Seoul, 1988. Pada pertandingan ini, Jones mampu mendaratkan sebanyak 86 pukulan sedangkan petinju tuan rumah Park Si Hun hanya 32 pukulan. Namun di akhir duel hakim justru memberi kemenangan 3-2 kepada Park Si Hun. Kontroversi semakin mencuat saat salah seorang hakim mengaku berpihak kepada petinju tuan rumah. Dugaan penyuapan pun langsung merebak. Setelah insiden ini, penyelenggara Olimpiade pun mengubah sistem penilaian.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
koko_robert
12/06/2012
susah kalo berharap menang lawan petinju dr amrik yg notabene tuan rumah,anda hrs pukul KO.jgn hrp kalo cuma menang angka..maju terus Pac-man...!!!! anda petinju sejati...!!!!!
Balas   • Laporkan
mbahyon
12/06/2012
Kalau cuman menang angka dari pukulan juri nya kan sering berkedip jadi bisa jadi salah hitung... yang tidak bisa mleset penilaian itu kalau di ke'nok autt..!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com