SPORT

Paska Kerusuhan, PB PRSI Mulai Berbenah

Piala-piala yang terdapat di kantor Pari Sakti juga ikut raib saat penyerangan.

ddd
Jum'at, 8 April 2011, 14:58
Kantor PB PRSI korban perusakan
Kantor PB PRSI korban perusakan (Marco Tampubolon/VIVAnews)

VIVAnews - Kantor-kantor yang menjadi korban aksi anarkis pendukung Persija, The Jakmania, Kamis, 31 Maret 2011 mulai berbenah. Kantor Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) yang mengalami kerusakan terparah juga sudah mulai dibersihkan.

Pantauan VIVAnews, Jumat, 10 April 2011, seluruh kaca yang terdapat di ruang rapat PB PRSI di kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pecah akibat penyerangan. sebagian sudah ditutupi dengan triplek, namun sebagian besar masih dibiarkan menganga.

Dua orang pekerja terlihat mulai memperbaiki salah satu gerai yang ada di pintu masuk kantor PB PRSI. "Untuk kaca-kacanya kabarnya akandiperbaiki oleh pengelola SUGBK sendiri," kata salah seorang petugas sekretariat PB PRSI yang ditemui VIVAnews, siang tadi.

"Beruntung saat kejadian, salah seorang petugas kami sempat mengunci pintu yang menuju ruangan sekretariat. Kalau tidak, mungkin semua berkas juga bakal ikut hancur," lanjut petugas tersebut.

Tak hanya menimbulkan trauma psikologis, penyerangan yang dilakukan oleh ratusan The Jakmania Rabu lalu telah menimbulkan kerugian materi. Berbagai benda berharga dan sejumlah uang dari beberapa kantor ikut dijarah oleh para pelaku kerusuhan.

"Kantor saya mengalami kerugian antara 20-30 juta. Itu belum termasuk kaca, karena katanya akan menjadi tanggungan pengelola GBK. Ini bukan penyerangan saja tapi sudah tergolong penjarahan," ujar Dedy, pemilik travel Sun Beach yang kantornya bersebelahan dengan PB PRSI.

Dedy mengatakan saat penyerangan terjadi, dirinya sudah berada dalam perjalan pulang. Namun dirinya pun memutuskan kembali ke kantor setelah mendapat telepon dari salah seorang pekerja di SUGBK.

"Saya terima telepon dari penjaga yang ada di sini, katanya kantor hancur. Saya langsung nitip mobil dan bergegas ke kantor," beber Dedy.

Dedy menambahkan, akibat penyerangan itu beberapa barang berharga yang terdapat di kantornya juga ikut raib. Mulai dari satu unit komputer, dua unit telepon, kaos sebanyak 300 buah, mesin fax, dan magic jar.

"Saya sudah melaporkan kejadian ini kepada polisi. Sudah dibuat BAP (Berita Acara Pemerikasaannya)." pungkas Dedy.

Kerugian juga dialami oleh klub renang asal DKI Jakarta, Pari Sakti yang berkantor di sebelah kiri kantor PB PRSI. Menurut Pemilik Pari Sakti, Raja Nasution, akibat penyerangan tersebut pihaknya juga mengalami kerugian kira-kira sebesar Rp10 juta.

"Uang dan laci-lacinya juga ikut diboyong. Namun yang paling parah, seluruh piala yang ada di kantor juga ikut diboyong. Ini kan nilainya tidak bisa ditaksir," ujar Raja saat dihubungi VIVAnews.

Penyerangan The Jakmania terhadap sejumlah kantor di kawasan Kolam Renang, Senayan, terjadi Rabu, 6 April 2011 sekitar pukul 18.30WIB. Kehadiran The Jakmania di SUGBK bertujuan untuk menyaksikan duel Persija vs Persipura Jayapura yang berakhir dengan skor imbang 1-1.

Sejumlah saksi menuturkan, aksi perusakan berawal dari pekelahian sesama The Jakmania yang ada di kawasan Parkir Timur, Senayan, Jakarta. Kerusuhan lalu merembet ke kawasan Kolam Renang setelah seorang pria diamankan di salah satu kantor yang ada di sana.

Ratusan The Jakmania yang pun melakukan sweaping untuk mencari pria tersebut. "Mereka menduga pria yang diamankan itu adalah Viking (pendukung Persib yang menjadi musuh bebuyutan The Jakmania)," kata salah seorang petugas Kolam Renang yang namanya enggan disebutkan.

Dengan menggunakan berbagai peralatan, para perusuh lalu melakukan perusakan. Diawali dari kantor PB PRSI yang berada di depan pintu masuk, pengrusakan kemudian dilanjutkan ke kantor PARI Sakti yang bersebelahan langsung dengan kantor PB PRSI.

Para perusuh baru menghentikan aksinya setelah menemukan pria yang mereka cari. Namun dugaan para The Jakmania ternyata keliru karena pria yang dicari ternyata sesama anggota The Jakmania juga.

Sementara itu, sore ini, pukul 15.00 WIB, The Jakmania akan menggelar jumpa pers untuk menjelaskan kejadian ini. Acara akan digelar di sekretariat The Jakmania, Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Kami akan memberikan keterangan seputar kejadian itu pada acara jumpa pers nanti," kata Larico saat dihubungi VIVAnews.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
andie.ozal
28/05/2012
Sampah ibu kota dasasr,,,, bikin rusuh mulu KEPADA PENGURUS PSSI & POLISI TOLONG DI TINDAK LANJUTI tingkah sampah ibu kota itu... jangan dibiarkan saja!!!! Untuk Sepak bola indnesia yang damai. terimakasih
Balas   • Laporkan
igreeksss | 28/05/2012 | Laporkan
prestasi.....mimpi kaleee......rusuh yes......itulah indonesia saat ini.........kayanya soekarno dan hatta lagi nangis dialam kubur.....liat kelakuan kita
theblues
28/05/2012
bener bener supporter elit
Balas   • Laporkan
elloco
08/04/2011
luar biasa , memang hebat the jack luar biasa
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog